menduga-du(k)a
Pada Tiada
Oleh Viona Anatasya
teruntuk dikau yang dipeluk resah
mencari-cari tenang, dalam bisingnya gelap malam
selepas terjaga dari mimpi
hingga lelap dipeluk remang
bila kutanya tentang diri
slalu kau sahut dengan canda
seolah siangmu tiada lara
tiada pernah dikau cakap, meski pikirmu hendak berucap
ya, itulah engkau
yang berkamuflase dibalik tawa
abaikan senang milik sendiri
namun cipta, senang miliknya
mengapa dukamu tak kau beri jua?
bak senangmu, kala kita bercerita
Kadang , kau berdiri di tengah ramai
Selepas berucap, hendak sendiri
Kadang pula, kau lenyap dalam sendiri
Selepas pinta, untuk berdua
Mengapa tak kau sambut tanganku saja?
Satu-satunya yang kau abai,
meski daku siap terluka
lantas, Haruskah aku tetap menduga?
Atau mungkin, kita kembali pada tiada
Komentar
Posting Komentar