ombak kemarin

Berlayar

bila kemarin tak datang hujan

kan ku biar riang itu terus menari, berputar-putar kesana kemari

tiada penat, dalam langkah yang tak terbilang

bukankah benar perciknya indah?

bukankah benar bila riaknya tak terlupa?

tentu saja, tiada ku sanggah


bila saja ombak kemarin tak buat karam

tiadalah takut bahteraku berlayar

meski tak sama bak yang lalu, tetaplah laut tenggelamkan pikiran

memang tak seramah itu,

tak se-elok itu,

tak setenang itu,


ya, itulah cemas

atas rasa yang tak sempat ku beri nama

beralaskan gemuruh tak pasti hujan

tak lagi terpikir bahwa luka tetaplah duka

karena sgala tentangmu adalah tawa

entah lelap atau terjaga, relung ini slalu penuh  

tiada ruang tak terisi


ya, sgala tentangmu menjadi jingga

dan aku slalu takjub akan rona yang berlalu secepat perhentian kereta





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menuju Timur

lebih lama

Menulismu