ruang tunggu

BANDARA

oleh Viona Anatasya 

Kau buka lembar itu,

Lantas nampak gores tentangmu

walau tiada cakap, 

kau tahu bahwa itu secarik harap


ya, sejak itu

awal temu yang tak pernah kita duga

membawa pesta yang begitu meriah

tepatnya di rumahku


ya, sejak itu

kau menetap di ruang tunggu milikku

meski dirimu tiada tau, 

tapi biar saja

biar sakit itu enyah pada akhirnya

toh, menunggu tidaklah susah


bila nanti kau mendarat di bandara ini,

pastikan saja masihkah dirimu pemiliknya

lantas ku ajak kau berdua,

walau mungkin tiada kan pernah.







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menuju Timur

lebih lama

Menulismu